MAASJIDALBAR.COM – Penggunaan AC sebagai pendingin ruangan di masjid telah menjadi semakin umum. Di masa lalu, kipas angin adalah satu-satunya opsi untuk mendinginkan ruang shalat dengan beragam model yang tersedia.
Namun, kini banyak masjid yang mengadopsi AC dengan berbagai model untuk memberikan kesejukan di ruang shalat. Meskipun beberapa mungkin mengkhawatirkan dampak AC terhadap penipisan lapisan ozon.
Namun masih banyak tempat hiburan yang menggunakan AC dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Kehadiran AC di masjid memiliki banyak manfaat positif yang patut diperhatikan.
Pertama, penggunaan AC membuat jama’ah semakin nyaman. Meskipun pada zaman Rasulullah SAW dan setelahnya masjid tidak menggunakan AC, namun meningkatkan kenyamanan di masjid tidaklah salah.
Kesejukan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat beribadah, membuat jama’ah yang sudah rajin ke masjid menjadi semakin istiqomah, dan memfasilitasi konsentrasi dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Banyak alasan orang menolak ajakan shalat berjama’ah di masjid, mulai dari kondisi baju yang kotor hingga alasan masjid yang kotor dan tidak nyaman.
Dengan adanya AC di dalam masjid, kondisi tersebut dapat diatasi karena masjid yang menggunakan AC cenderung lebih terawat secara keseluruhan, meningkatkan kebersihan dan kenyamanan.
Pemasangan AC juga merupakan tanda pengelolaan kas masjid yang baik. Meskipun pemasangan AC membutuhkan biaya besar, namun hal ini menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas fasilitas ibadah bagi jama’ah.
Selain itu, fenomena ini membuka peluang bagi para muwaqif untuk mewaqafkan AC, yang dapat membantu biaya listrik masjid serta memberikan manfaat ibadah yang berkelanjutan.
Penggunaan AC di masjid adalah langkah maju dalam meningkatkan kenyamanan jama’ah dan mengindikasikan semakin dekatnya kebangkitan umat Islam. Usaha-usaha seperti mengadakan pengajian rutin, acara bazar, dan kegiatan lainnya juga dapat menarik jama’ah kembali ke masjid.
Contohnya, di Masjid Besar Al-Abrar Makassar, ketika seorang jamaah menyampaikan keprihatinannya karena kondisi panas di depan imam, segera ada tanggapan positif dari jamaah lain yang memberikan sumbangan untuk memasang AC, sehingga imam dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih tenang dan nyaman.
Penggunaan AC di masjid bukan hanya tentang kenyamanan fisik, tetapi juga merupakan investasi dalam kualitas ibadah dan pengalaman jama’ah secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, tambahan AC kecil untuk depan Imam atau Mimbar Masjid Besar Al-Abrar, merupakan suatu kebutuhan dan perlu segera direalisasikan, selain sudah ada modal dasar, juga partisipasi jamaah untuk memberikan kenyamanan sangat tinggi, sekarang tinggal sikap pengurus untuk menindaklanjutinya.
Semoga langkah-langkah seperti ini dapat terus diadopsi untuk meningkatkan kualitas masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan umat Islam, khususnya di Masjid Besar Al-Abrar Makassar (sdn)
