Di bawah langit pagi, subuh merona,
Angin menyapa lembut, sejukkan jiwa.
Di Al Abrar, suasana hening merunduk,
Para jamaah larut dalam doa, merunduk.
Suara imam bergema, menghentak hati,
Mengingatkan kita pada kematian yang pasti.
Tak ada yang abadi, dunia fana ini,
Semua akan pergi, semua akan kembali.
Sisa hidup yang tersisa, jangan sia-siakan,
Mari kita gunakan untuk terus mengabdi.
Pada-Nya, yang Maha Menggenggam segala,
Hingga tiba saatnya, kita pulang ke surga-Nya.
Di setiap helaan napas, ada waktu yang terbuang,
Maka isi hidup ini dengan kebaikan yang cemerlang.
Subuh ini, kita diingatkan,
Bahwa hidup hanyalah titipan yang datang dan hilang.
Sujud kita, doa yang kita lantun,
Semua akan menjadi saksi, saat ajal datang menyambung.
Hidup takkan selamanya berpijak di sini,
Namun amal dan ibadah yang abadi menemani.
Mari bersama, rengkuh waktu yang tersisa,
Gunakan untuk cinta, bagi-Nya semata.
Subuh di Al Abrar mengajarkan satu pesan,
Bahwa mengabdi kepada-Nya adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Makassar, Kamis 10 Oktober 2024
By. Syakhruddin. DN

KETIKA BERDOA
“Ketika aku berdoa, tuhan tidak pernah menanyakan agamaku”
by Joko Pinurbo
Lanjutkan pembacaannya