MASJIDALBAR.COM – Pada Rabu, 14 Februari 2024, pelaksanaan Pemilu mengharuskan Muhammad Ilham Dg Naba, Marbot Masjid Besar Al-Abrar, Jalan St.Alauddin No 82 Makassar untuk pulang ke kampung halamannya di Jeneponto, guna melakukan pencoblosan.
Namun, peristiwa yang tak diinginkan terjadi, ketika Ilham meninggalkan masjid pada pagi hari.
Sebelum pergi, Ilham dengan cermat mengunci ruang sekretariat yang terletak di lantai dasar. Namun, ketika kembali dan membuka kembali ruang sekretariat, terkejutlah ia melihat jendela sebelah kanan dari bagian dalam masjid tercungkil.
Pemeriksaan menyeluruh mengungkap bahwa pencuri telah masuk melalui jendela tersebut dengan membengkokkan terali besinya. Kuat dugaan bahwa pelaku sepertinya mengetahui seluk beluk kondisi sekretariat pengurus masjid di Lantai Dasar.
Setelah menyusuri seluruh ruangan, diketahui bahwa pencuri mengambil uang tunai sebesar Rp 700 ribu yang berada dalam tas Muh. Ilham Dg Naba, serta membawa proyektor LCD, sebuah perangkat yang akan membantu untuk menampilkan penceramah dari lantai satu.
Proyektor LCD milik masjid memiliki nilai sekitar Rp 5 juta. Alat ini akan mengintegrasikan cahaya atau sistem optik agar dapat menampilkan gambar yang jelas, terutama di saat berbuka puasa.
Kondisi pencurian ini, segera dilaporkan kepada Ketua Masjid Besar Al-Abrar, H. Hilal Kadir, SE Dg Lau. Kabar pencurian ini lalu menyebar dari mulut ke mulut di kalangan pengurus masjid dan jamaah masjid.
Celakanya, CCTV yang selama ini berfungsi dengan baik, ternyata tidak beroperasi pada saat kejadian, karena dua hari sebelumnya alatnya rusak akibat guntur yang melanda.
Sariun, yang bertanggung jawab atas pengoperasian CCTV, mengungkapkan bahwa perangkatnya jebol akibat guntur tersebut. Meskipun demikian, ia bersyukur karena perangkatnya sudah diganti dan kini dapat berfungsi kembali seperti biasa.
Segera setelah menerima laporan, Sekretaris Masjid Al-Abrar mencatat peristiwa tersebut dalam buku catatan peristiwa kejadian di Masjid Al-Abrar.
Semoga kondisi seperti ini tidak terulang di masa mendatang, dan langkah-langkah keamanan dan pengawasan yang lebih baik ditingkatkan dan tidak membiarkan sembarang orang memasuki ruang sekretariat, kecuali yang berkepentingan.
Mengingat vitalnya penggunaan proyektor LCD, Ketua Pengurus Masjid Al-Abrar memerintahkan Ilham untuk melapor kepada Bendahara guna pengadaan lebih lanjut.
Terlebih lagi, bulan Ramadan tinggal beberapa hari, dan LCD tersebut akan digunakan di lantai dasar, agar jamaah dapat memantau penceramah di Lantai I. Semua langkah diambil agar keamanan dan kelancaran aktivitas ibadah di masjid tetap terjaga (sdn)
