MASJIDALABRAR.COM – Petugas Puskesmas Jongaya, bersama dengan Bhabinkamtibmas Aipda Suhardi Dg Naba, Ketua, dan Pengurus Masjid Al-Abrar, telah melakukan kunjungan penting ke rumah Amir Baso Dg Tiro, yang terletak di sebelah Masjid Besar Al-Abrar.
Pertemuan ini membawa sejumlah pengamatan penting yang mungkin akan mempengaruhi hidup Amir dan keluarganya.
Dalam pertemuan tersebut, Petugas Puskesmas menyimpulkan bahwa Sdr. Amir Baso Dg Tiro membutuhkan layanan kesehatan yang mendalam. Identitasnya telah dicatat oleh petugas, dan langkah selanjutnya adalah mengarahkannya ke fasilitas kesehatan yang lebih canggih daripada Puskesmas Jongaya, seperti rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan mental dan psikologis.
Murni, salah satu petugas Puskesmas, mengungkapkan, “Sangat disayangkan bahwa kami baru mengetahui tentang keberadaan pasien ini, setelah menerima data dari Bhabinkamtibmas dan Pengurus Masjid Al-Abrar.”
Di sisi lain, Bhabinkamtibmas Pa’Baeng-Baeng menekankan kepada Pengurus Masjid pentingnya melakukan pengawasan terhadap Amir Baso Dg Tiro. Hal ini disampaikan sebagai langkah pencegahan terhadap terjadinya tindakan kriminal yang mungkin dilakukan oleh Amir Baso Dg Tiro karena gangguan halusinasi yang menghantuinya.
Amir Baso Dg Tiro tinggal bersama anaknya, Adam Amir, namun komunikasi mereka sangat terbatas. Dua anak perempuannya sudah menikah, sementara yang lebih dekat dengan ayahnya adalah Yuni Amir, yang juga sibuk dengan pekerjaannya.
Akhirnya, disepakati bahwa hari Senin mendatang, Amir Baso Dg Tiro akan diantar oleh anaknya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Dadi di Makassar. Amir akan didampingi oleh ibu Murni dari Puskesmas Jongaya.
Gangguan halusinasi yang dialami Amir Baso Dg Tiro sebagian besar disebabkan oleh kesulitan tidur setiap malam, serta perasaan kesepian saat anak-anaknya keluar rumah.
Amir Baso Dg Tiro merenungkan kondisinya dan berkesimpulan bahwa dia sering diserang dengan ilmu hitam atau guna-guna oleh Imam Masjid Besar Al-Abrar, Ustaz Lahamuddin Kalombeng Daeng Gassing.
Tindakan cepat dari pengurus Masjid dalam melaporkan situasi ini kepada Bhabinkamtibmas dan Puskesmas Jongaya, patut diapresiasi oleh semua pihak. Hal ini juga diakui oleh Ketua ORT 001 ORW 07 yang saat ini dijabat oleh Marmi Dg Tongi.
Sebagai catatan, orang tua Amir Baso Dg Tiro, yaitu ayah bernama Dg Naba dan Ibu Dg Halima, merupakan penduduk asli di kawasan Lempong yang kini dikenal sebagai Jalan Masjid Al-Abrar Makassar.
Semua pihak berharap agar langkah-langkah yang telah diambil ini akan membantu Amir Baso Dg Tiro memulihkan kesehatannya dan mengatasi gangguan halusinasinya (sdn)

