MASJIDALABRAR,COM – Nama lengkapnya Muhammad Sariun Said, ST kawan-kawannya memanggil dia dengan panggilan akrab UUN. Kesehariannya bekerja sebagai staf enjenering pada salah satu hotel ternama di Kota Makassar.
UUN sehari-hari merupakan jamaah tetap Masjid Besar Al-Abrar Jalan St. Alauddin No 82 Makassar, bertempat tinggal tidak jauh dari Masjid Al-Abrar, tepatnya di Jalan Bontoduri I Lorong I No. 8 disamping Catering Seruni Makassar.
Awal ke dekatannya ketika salah seorang jamaah bernama Drs. H. Al-Fatah, M.Si purnabakti ASN dari Kab. Bantaeng, merasa prihatin dengan suara krek-krek di masjid, bila sedang menunaikan sholat berjamaah. Selain itu, H. Fattah juga merasa kesal, kalau sedang menjalankan ibadah sholat tarawih tiba-tiba padam lampu.
Akhirnya beliau berkata :
“UUN – kamu kan sarjana tehnik, coba ke Masjid Al-Abrar benahi itu soundsistimnya masjid !!!
Jangan Pak, kan ada tehnisinya !!! nggak enak rasanya kalau saya gantikan orang.
Bukan begitu, kesanalah, kerjasama dengan tehnisi Agus yang sejak awal juga sudah menata kelistrikan dan tidak mau menerima upah dari masjid, Ayo bantu kesana !!!
Awalnya UUN rada sungkan, hingga akhirnya diminta menghubungi Sekretaris Masjid dan Bendahara yaitu Abd. Hafid Dg Ngemba dan H. Syakhruddin. DN.
Ketiganya sepakat, lalu menerima Sariun menjadi tehnisi di Masjid Besar Al-Abrar, sementara Sdr. Agus tidak dapat lagi melanjutkan pengabdiannya, karena tuntutan pekerjaannya yang tidak bisa lagi menata kelistrikan dan soundsistim masjid.
Akhirnya, Sdr. Sariun Said, alumnus sarjana Fak Tehnik Mesin Universitas Hasanuddin Program Studi Konversi Energi, terus menata sistim kelistrikan berbasis tehnologi informasi.
Setiap kali, soundsistim masjid tidak berfungsi baik, selalu sasarannya, cari Sariun.

Dibantu oleh asistennya Abd. Hakim Nyarrang alias Andito yang bertugas adzan, keduanya merupakan relawan pada Masjid Besar Al-Abrar.
Hari demi hari terus ditata, hingga atas usulannya kepada Pengurus agar membeli sebuah genzet yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila kondisi emergency.
Pengetahuannya di bidang kelistrikan cukup mumpuni, sehingga bila terjadi kondisi padam lampu, maka dengan durasi empat menit, aliran listrik secara otomatis beralih ke aliran genzet.
Sariun, ayah dari seorang anak bernama Nuzul Al-Bayanun (4) saat ini tinggal bersama ibunya Wa Ode Yusniar yang berprofesi sebagai Guru SD Negeri di Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Tugas Sariun adalah cuti ke Bau-Bau setiap tiga bulan ke kota kelahirannya.
Alhamdulillah, kini penataan dan sistim kelistrikan sudah tertata baik, dari tangan dinginnya kini sudah terpasang panel-panel yang dimonitor melalui indikator lampu yang senantiasa memberikan sinyal.
Bila terjadi kondisi darurat, maka panel tersebut akan memberikan sinyal bahwa kondisi darurat hanya terjadi di lantai dasar, Lantai I atau lantai III, sehingga dengan mudah dapat terdeteksi, termasuk aliran listrik yang menuju ke rumah kediaman Imam rawatib, Bapak Lahamuddin Kalombeng, S.Ag.
Atas kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, banyak jamaah yang menggunakan jasanya. Khusus untuk layanan dan perbaikan di Masjid Besar Al-Abrar, Sdr. Sariun Said tak pernah meminta honor atau bayaran kepada Pengurus Masjid, semuanya dikerjakan dengan semangat lillahi ta’alah.
Semoga pengabdian dan amal kebaikan adinda Muhammad Sariun Said, ST, bernilai ibadah disisi-Nya dan sebagai jamaah Masjid Besar Al-Abrar, mari kita ucapkan terima kasih dan rasa syukur atas pengabdian yang tulus, wassalam
