MASJIDALABRAR – Membangun sebuah masjid yang megah, selain dibutuhkan pengurus yang punya perhatian yang tinggi serta amanah pada tugas, juga sangat diharapkan, hadirnya seorang tehnisi kelistrikan yang cukup handal.
Beruntunglah, karena di Masjid Besar Al-Abrar Jalan St. Alauddin No 82 Makassar, memiliki seorang jamaah yang mempunyai keterampilan di bidang kelistrikan.
Di era awal rehabilitasi besar-besaran pembangunan masjid, saat dipimpin almarhum Ir. H.Mathori, masalah kelistrikan dipercayakan kepada Sdr.Agus, salah seorang jamaah tetap yang pernah ikut magang di Jepang.
Waktu berlalu dan masa berganti, kepengurusan di periode pertama tahun 2014-2019 kepemimpinan H.Hilal Kadir dan H.Syakhruddin.DN, kini memasuki periode kedua 2019-2024, pengurus dinakhodai H.Hilal Kadir sebagai ketua didampingi sekretaris, H.Syakhruddin.DN.
Sementara masalah kelistrikan berada di tangan Sariun Said,ST, yang menyelesaikan pendidikan SI di Universitas Hasanuddin Makassar.
Berawal dari seringnya listrik tiba-tiba padam karena tak kuat daya, lalu pengurus membeli satu unit genset untuk keperluan bila terjadi kondisi emergency.
Tidak berhenti sampai disitu, Sariun ayah satu orang anak ini, dibantu adik-adik remaja masjid, mengembangkan sistim kelistrikan melalui panel-panel box yang tertata rapih.
Kini aliran kelistrikan untuk lantai I, lantai II dan lantai III dapat dimonitor melalui sistim pembagian daya yang dibuat dengan penuh ketekunan.
Jaringan untuk sounsistim dan pembagian daya untuk alat pendingin, diberikan volume listrik yang memadai, demikian halnya dengan jaringan ke rumah imam rawatib, Bapak Lahamuddin Kalombeng, S.Ag Daeng Gassing dibuat jalur khusus, sehingga tidak terganggu satu sama lain.
Kehadiran Sariun Said, ST di Masjid Besar Al Abrar, merupakan rahmat untuk kita semua, karena semua hasil pekerjaan dan penataan kelistrikan dilakukan dengan tulus, tanpa meminta bayaran kepada pengurus, sikap yang sama juga pernah ditunjukkan Sdr.Agus pada eranya.
Semoga pengabdianku disini bernilai ibadah disisi Allah Swt, tutur Sariun yang berasal dari Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara.
Berkat keterampilan yang dimiliki, maka banyak jamaah yang meminta bantuan jasanya dan memanggil ke rumahnya untuk memperbaiki peralatan kelistrikannya,
Pekerjaan yang sifatnya privasi seperti ini, tentunya tidak gratis dan tarifnyapun sangat murah karena pertimbangan jamaah, ungkap Sariun di selakesibukannya menarik kabel ke lantai III.
Pekerjaan menarik kabel, dibantu Sdr.Abdul Hakim Nyarrang yang rajin adzan, serta Sdr. Basri, pendatang baru dari Palopo yang ingin mencari lapangan kerja di Kota Makassar.
Berikut Sariun membuatkan panel diagram, lalu ditempelkan ke dinding tembok, agar memudahkan para petugas melakukan kontrol.
Bilamana terjadi gangguan listrik, maka yang mati hanya MCB pada area yang terjadi gangguan, ungkap Sariun seraya menyeka kepalanya yang plontos.
Sementara untuk lampu indikator, indektik dengan adanya jaringan 3 fasa PLN dalam keadaan hidup sedangkan indikator ATS, yaitu adanya pergantian PLN ke Genset atau sebaliknya dapat beroperasi secara otomatis
Hal ini terjadi karena telah dilengkapi dengan TOR (thermal overload relay) sebagai pengaman dari arus lebih diakibatkan beban yang terlalu besar.
Adapun rincian untuk panel box 1 dengan instalasi daya 3 fasa-Up min 35A menggunakan aliran listrik max50A, ini dipersiapkan untuk jaringann pemasangan AC standing dan jalur khusus ke rumah imam masjid.
Sementara untuk panel box 2. terdapat instalasi ATS (automatic transfer switch) 3 fasa dengan daya max 20A atau 13.000 Watt, diperuntukkan untuk soundsystem, lt.1, lt.2 dan lt.3
Semua sistim kelistrikan ini dapat dimonitor melalui ruang khusus, letaknya di sebelah kanan mihrab, sehingga bila terjadi kondisi emergency dapat dimonitor oleh petugas melalui panel lampu yang terhubung ke HP Android milik Sariun Said, sebuah sistim perakitan yang patut kita acungkan jempol.
Makasih adinda Sariun Said, ST dan kawan-kawan, teruslah mengabdi untuk kepentingan masjid dan jadikan Masjid Besar Al Abrar Makassar di Jalan St. Alauddin No 82 Makassar, sebagai masjid percontohan di Kecamatan Tamalate Kota Makassar (sdn)
