MASJIDALABRAR – Sadar setelah terantuk, begitulah kalimat bijak yang layak dialamatkan kepada kami semua Pengurus Masjid Besar Al-Abrar di Jalan Sultan Alauddin No. 82 Makassar.
Dengan peristiwa pencurian motor beat milik Letkol CKM (Purn) Iksan Niku, Anggota Jamaah Masjid Nurul Muhammad di Jalan Andi Tonro IV dan merupakan sahabat Bapak Purnomo di RS Pelamonia Makassar.
Peristiwa kehilangan Motor Beat Putih pabrikan tahun 2000 atas nama di STNK Jamila Niku, sahabat Penulis di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, seakan menghentak kami semua akan pentingnya CCTV canggih di masjid kebanggan kita semua.
Pencurian itu sungguh menyakitkan dan seakan menjadi tamparan bagi pengurus, terutama petugas jaga, Daeng Gassing yang diberi honor untuk menjaga kawasan masjid dari segala bentuk kehilangan, sekaligus menjaga kebersihan masjid.
Pengalaman adalah guru, bahwa CCTV kami yang lama, kebetulan di lepas lampu monitornya karena ada pembangunan “Fasade Masjid” yang menelan anggaran miliaran rupiah dan kini tengah dikebut penyelesaiannya, agar bisa dimanfaatkan di Bulan Ramadan Tahun 2022.
Kehilangan motor di halaman masjid, di saat kami semua tengah mendengar pengajian dari Ustaz H. Ashar Tamanggong Dg Sila, Ketua BAZNAS Kota Makassar, membuat kami para pengurus merasa malu menyaksikan kehilangan motor jamaah di pagi hari.
Langkah cepat Ketua Pengurus Masjid, H.Hilal Kadir dan didukung pengurus lainnya untuk pengadaan CCTV baru memakai modus malam, menggunakan 16 chanel yang akan memantau empat penjuru angin, akn segera akan di pasang di beberapa sudut masjid.
Adalah Sariun, jamaah tetap Masjid Al-Abrar yang memiliki pengetahuan di bidang elektronik, untuk segera memasang perangkat baru dengan harga yang cukup kompetitif.
Pembayaran harga barang elektronik ini, dituntaskan oleh pembantu bendahara, Abd Hafid Dg Ngemba, Selasa 18 Januari 2022, dan keuangannya diserahkan kepada Sariun disaksikan oleh Ananda Ilham yang bertempat tinggal di Lantai III masjid.
Masjid Al-Abrar harus terus dibenahi dan dikelola secara profesional, ke depan kita harus membentuk kepengurusan yang berbadan hukum. Apakah itu dalam bentuk “Yayasan” atau “Lembaga”, sehingga menjadi Yayasan Masjid Besar Al-Abrar Atau Lembaga Masjid Besar Al Abrar.
Hal ini dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman, bahwa masjid bukan lagi sekedar untuk sholat, akan tetapi sudah harus multifungsi, minimal di lantai dasar dapat dipergunakan untuk pesta perkawinan atau seminar, maupun tempat rapat lembaga/organisasi di level kelurahan atau kecamatan Pa’Baeng-Baeng.
Selamat dengan CCTV baru Masjid Al-Abrar, jangan lagi coba mencuri disana, karena anda akan termonitor melalui CCTV mobile.
Sementara pihak Bhabinkamtibmas yang dijabat Aiptu Suhardi Dg Naba dan Babinsa Bapak Kamaruddin, siap melibas pelaku yang selalu menggangu situasi Kamtibmas di wilayahnya.
