MASJIDALABRAR.COM – Amir Baso Dg Tiro (ABT), yang berusia 64 tahun, menjadi sorotan pada pagi Selasa, 31 Oktober 2023, setelah insiden yang terjadi di Masjid Besar Al-Abrar. Kejadian ini terjadi setelah sholat subuh berjamaah di masjid tersebut.
Setelah sholat selesai, Amir, yang biasa dipanggil ABT, mulai mengomel sendiri di belakang Imam Lahamuddin Dg Gassing. Setelah berucap salam dan berjabat tangan dengan jamaah lainnya, Amir tiba-tiba bersuara keras dan menuduh Imam Lahamuddin Dg Gassing menyerangnya pada malam sebelumnya, dengan nada yang keras dan membentak.
Reaksi Amir memicu kepanikan di antara jamaah, bahkan Marbot masjid, Muhammad Ilham, yang mencoba menenangkan Amir, hampir saja dipukul olehnya. Jemaah lainnya akhirnya turut campur untuk memisahkan keduanya. Emosi Amir semakin memuncak saat dia berusaha menyerang Ilham lagi, tetapi akhirnya ditenangkan oleh jemaah lain dan Ketua Masjid, H. Hilal Kadir.
Setelah Amir kembali tenang, dia duduk sendiri di sektor utara masjid. Ketua Masjid mengambil langkah untuk menghubungi Bhabinkamtibmas, Aipda Suhardi Dg Naba, serta petugas Puskesmas Jongaya, Murni, yang sebelumnya telah melakukan asesmen awal terhadap Amir.
Namun, sayangnya, respon dari keluarga dan anak-anak Amir belum ada, dan tampaknya mereka tidak memberikan perhatian yang cukup serius terhadap kondisi Amir yang tampak mengalami gangguan halusinasi.
Pada subuh hari itu, Amir tiba-tiba berbicara sendiri dengan kata-kata yang tidak jelas, yang mengindikasikan ketidaksetujuannya untuk dibawa ke rumah sakit dan lebih memilih tinggal sendiri di kamar. Ia juga menyebutkan kata-kata “kamu racun saya,” yang mungkin merujuk pada ketakutan atau persepsinya sendiri.
Setelah kejadian tersebut, Amir tampak tenang, sementara jemaah lainnya berkumpul untuk membahas langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil untuk menangani situasi Amir yang semakin parah dan mencegah dampak yang lebih luas pada jemaah lainnya.
Kita nantikan langkah dan layanan terbaik dari Bhabinkamtibmas dan Pihak Puskesmas Jongaya untuk menangani situasi ini dan memastikan Amir mendapatkan perawatan dan bantuan yang sesuai. Amir selalu percaya bahwa dia adalah korban dari serangan halus oleh Imam Masjid Besar Al-Abrar, Lahamudfin Dg Gassing, dan situasi ini memerlukan penanganan yang hati-hati dan sensitif.
