MASJIDALABRAR.COM – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri, 1 Syawal 1444 H, akan berlangsung pada Hari Sabtu, 22 April 2023 dengan khotib Abd Rahim Yunus
Berikut adalah khotbah lengkap yang kami tuliskan kembali untuk pembaca :
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
الله اكبر , الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, الله اكبر, لااله الاالله , الله اكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي امرنا ان نقيم الاجماع والاتحاد والتودد بين العباد ونهانا عن التفرق والتباغض والابتعاد اشهد ان لا اله الالله وحده لا شريك له الذي اخبرنا بيوم المعاد واشهد ان محمدا عبده ورسوله واصلى علي سيدنا وحبيبنا محمد الذي ارشدنا الى سبيل الرشاد وعلى اله واصحابه المعتمدين بشريعته حق الاعتماد. اما بعد , فيا ايهاالحاضرون اتق الله حق تقاته وافعلوالخير واتركوا الشر والعناد وقال تعالى ياايها الذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
Hadirin hadirat rahimakumullah,
ayyuhal aidun wal aidat
Alhamdulillah, tidak terasa sebulan telah kita lewati, menjalankan ibadah puasa, dan di saat bulan Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan telah pergi, hari ini kita dipertemukan dalam moment kebahagiaan dan kegembiraan yang kita rayakan dengan nama “hari raya Idul Fitri”.
Kita patut bersyukur karena di hari raya Idil Fitri tahun ini, bangsa kita dan dunia seluruhnya telah melewai ancaman pandemi copid 19 yang melanda dunia termasuk negara kita sejak lebih dua tahun yang lalu.
Dan agar supaya wabah yang sangat berbahaya ini tidak kembali lagi maka diminta kepada seluruh warga bangsa agar tetap menjaga dan melindungi dirinya dan orang lain dari wabah berbahaya ini, sebagaimana yang selalu diserukan pemerintah.
Dalam sebuah hadis, memang kita telah diingatkan bahwa: likulli dain dawa’ fatadawau, setiap wabah penyakit ada penangkisnya maka lindungingilah diri kalian dari serangan penyakit.
Langkah dan usaha penanggulangan dan pencegahan yang kita lakukan merupakan bgian dari pada ajaran agama Islam.
sebagaimana maksud sabda Rasulullah: من عمل عملا حسنا فله اجره واجر من عمل به الى يوم القيامة (Siapa yang mengusahakan pekerjaan kebaikan, maka pahalanya akan dinikmati sampai di hari kiamat).
Manusia yang tidak mau berdoa dan berusaha dengan usaha yang benar dalam menghadapi tantangan masanya masuk kategori orang merugi, sebagaimana disebutkan dalam surah al-`Ashr: والعصر ان الانسان لفي خسر الاالذين امنوا وعملوا الصالحات (Sesungguhnya manusia itu rugi kecuali ia beriman (berdoa) dan berusaha dengan usaha yang baik dan benar).
الله اكبر3 ولله الحمد
ايهاالعائدون والعائدات رحمكم الله
Idil Fitri bermakna kembali kepada fitra atau kesucian. Hal ini terjadi setelah sebulan penuh kita melaksanakan ibadah yang pahalanya berlipat ganda dan menjadikan seluruh dosa-dosa kita kepada Allah terampuni, sebagaimana sabda Rasulullah saw:
ان الله تبارك وتعالى فرض صيام رمضام عليكم وسننت لكم قيامه فمن صامه وقامه ايمانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته امه
Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan puasa Ramadhan kepada kalian dan telah Ia sunnahkan kepada kalian shalat di malam harinya, maka barang siapa yang berpuasa dan shalat dengan penuh keimanan dan intronspeksi diri maka ia akan keluar dari dosanya seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.”
Karena itu melalui mimbar ini khatib mengingatkan pula kepada kita semua agar menjaga dan dan memelihara amal ibadah yang begitu besar dalam Bulan Ramadhan tidak sia-sia atau tidak hilang percuma.
Ibadah yang pahalanya begitu banyak tidak akan dinikmati oleh sesorang sebgai modal kebahagiaan dunia dan akhirat jika ia tidak tetap menjaga dan memelihara hubungan harmonis dengan Allah dan hubungan harmonis dengan sesama manusia. Dalam Q.S. Ali Imran : 112 Allah berfirman
ضربت عليهم الذلة اينما ثقفوالابحبل من الله و حبل من الناس
Artinya: Manusia diliputi kehinaan di manapun mereka berada kecuali jika mereka berpegang dengan tali hubungan dengan Allah dan dengan tali hubungan dengan manusia.”
Rasulullah saw. pernah menyampaikan pada sahabat-sahabatnya, tentang orang yang masuk kategori orang muflis atau orang bangkrut, yaitu orang yang di dunia ini telah beribadah banyak tetapi pahalanya habis untuk dibayarkan kepada orang-orang yang pernah disakiti, difitnah, digibah, diadu-domba, dibully, dan diambil haknya, dan ia meninggal dunia tanpa menyelesaikan tunggakan dosa-dosanya itu.
Lalu pahalanya diberikan kepada mereka-mereka yang pernah disakiti tersebut sampai habis, sehingga ia tidak jadi masuk sorga akan tetapi penghuni neraka. Karena di momen Hari Raya Idil Fitri seperti sekarang ini, waktunya untuk saling maaf memaafkan, meskipun harus lewat virtual atau daring.
Di era kemajuan Information Tecknology (IT) dewasa ini yang tidak bisa kita hindari bahkan umat Islam harus ikut berkompetisi untuk kemajuan dan penggunaan IT, namun harus dijaga agar penggunaanya tidak disalah-gunakan.
Penyalah-gunaan IT bisa berdampak fatal dan merusak tatanan kehidupan kita, termasuk tanann hubungan dengan sesama manusia atau hablum munannas. Penggunaan IT, melalui media komunikasi dengan berbagai program di era digital ini seperti program SMS, WA, Youtube dan semacamnya sangat bermanfaat mempermudah dan memperlancar habulum minannas dalam lingkup slaka daerah, nasional bahkan global.
Namun demikian bahayanya juga sungguh dahsyat apabila disalah-gunakan, karena dengan mudah dapat menyebarkan konten terlarang terutama yang terlarang menurut agama dalam skala besar besaran pula.
Dan penyalah-gunaan yang yang paling sering terjadi dan bertentangan dengan nilai nilai ajaran agama antara lain penggunaannya untuk menyebarkan informasi yang sifatnya gibah, fitnah, namimah (mengadudomba, meng-bully, atau menyebar kebencian atau permusuhan antar kelompok atau antar umat beragama, serta penyebaran hoak atau informasi kebohongan untuk tujuan kejahatan.
Islam sebagai agama akhir zaman, dalam Al-Qur`an sejak 14 abad silam telah mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak hubungan sesama manusia atau hablum minannas ini.
Menurut agama Islam perbuatan gibah atau menggunjing adalah sebuah kejahatan yang mendatangkan bahaya dan dosa bagi pelakunya. Kita dilarang melakukan gibah yakni menceritakan orang lain apa yang ia tidak sukai. Dalam QS.al-Hujurat :12, . disebutkan: ولم يغتب بعضكم بعضا ايحب احدكم ان يئكل لحم اخيه ميتا فكرهتموه (Janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain; apakah ada diantara kamu yang suka makan daging saudaranya yang sudah meninggal, tentu kalian merasa jijik.
Demikian pula perbuatan fitnah termasuk kejahatan dan diilarang melakukannyanya. Pelaku fitnah dismakan dengan dosa pelaku membunuh sesamanya. Hal ini disebutkan dalam QS.al-Baqarat :191, والفتنة اشد من القتل; Pelaku perbuatan namimah atau orang yang suka mengadu domba diancam dengan ancaman sanksi tidak akan mencium bau sorga apalagi memasukinya, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW, : لايدخل الجنة نمام (tidak akan masuk Sorga orang orang yang suka mengadu domba).
Sementara itu, penyebar kebencian dan permusuhan antar kelompok atau antar penganut agama yang berbeda atau antar antar aliran internal dalam satu agama, juga tegolongan perbuatan keji mejauhkan kehidupan dari ketenteraman dan kedamaian, dan di akhirat nanti tempatnya di neraka, sebagaimana firman Allah: واعتصموا بحبل الله , Apalagi penyebar hoak, sungguh sangat terlarang dalam Islam, bahkan pelakunya dikategorikan sebagai pencari jalan menuju neraka,
Sebagaimana hadis Rasulullah yang berbunyi: اياكم والكذب وان الكذب ليهدى الى الفجور والفجوريهدى الى النار ……. )hendaklah kalianmenjauhi kebohongan atau hoak, karena hoak merupakan pintu kejahatan, dan kejahatan adalah pintu neraka).
Karena itu, umat Islam hendaknya mengambil manfaat positif dari Teknologi Informasi ini sebesar-sebsarnya yang berdaya guna dan berhasil guna, berguna untuk kehidupan kita terutama generasi mellinial kita, generasi muda kita dan menghindari penyalah gunaannya yang dapat merusak dan dilarang oleh atuaran aturan dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.
الله اكبر3 ولله الحمد
ايهاالعائدون والعائدات رحمكم الله
Idil Fitri juga dapat dimaknai dengan kembali kapada kehidupan moderat atau washatiyah, karena salah satu makna idil fitri adalah kembali kepada kejadian. Dengan kembali kepada fitrah atau kejadian manusia, manusia hendaknya tidak hanya berprilaku malaikat saja, dan juga tidak berperilaku binatang.
Manusia punya hati yang dapat beriman dan berpikir, serta nafsu syahwat yang bisa berkembang dan bekerja. Manusia tidak harus seperti malaikat yang kerjanya hanya semata beribdah di tempat ibadah, tetapi di samping beribadah manusia harus juga bekerja, berusaha, sesuai kodrat kemanusiaannya dan inilah makna manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Kejadian kita sebagai manusia yang diciptakan sebagai khalifatan fil ardhi, menuntut kita sebagai penganut ajaran al-Qur`an bekerja dan berdoa untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup di duia ini, وان ليس للانسان الاماسعى . Manusia juga bukan binatang yang tidak mengenal Tuhan, yang tidak menganal tata aturan dalam kehidupan, tidak mengenal sopan santun dalam memperoleh reski.
Akan tetapi manusia adalah makhluk yang harus beribadah dan berdoa, dan harus juga bekerja dan berusaha. Allah menegaskan dalam Surah al-Taubat: 105: Bekerjalah kalian maka Allah dan Rasulnya serta orang orang mukmin akan menilai hasil kerjamu itu.
Umat manusia, termasuk kita umat Islam Indonesia tidak akan memiliki kemampuan dan keunggulan dalam mengelola bumi dalam menjalankan tugas kehalifahannya tanpa menguasai ilmu pengetahuan, dalam berbagai bidang sesuai kebutuhannya, apakah itu bidang bidan ekomomi, atau bidang teknologi atau bidang-bidang lainnya.
Dalam konteks ini umat Islam dituntut berfastabqul khaerat atau berlomba dan bersaing untuk membangun kualitas sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang unggul dalam berbagai bidang kebutuhan umatnya.
Allah akan mengangkat derajat siapa saja yang memilki keunggulan ilmu pengetahuan, sebagaimana sabda Rasulllah SAW:
من اراد الدنيا فعليه بالعلم و من ارادالاخرة فعليه بالعلم
Artinya: Sipa yang mengingingkan keunggulan dunia hendaklah menguasai ilmu, siapa ingin mengingkan keselamatan akhirat hendaklah dengan ilmu, dan siapa yang menghendaki keduanya hendaklan dengan ilmu pengetahuan”
Dalam al-Qur`an Surah Al-Mujadalah : 11, Alah berfirman:
يرفع الله الذين امنوا منكم والذين اوتوالعلم دوجات
Pemahamannya kira-kira sbb: Allah meninggikan orang orang beriman dan orang orang berilmu pengetahuan sejumlah besar keunggulan”
Dalam sejarahnya, Umat Islam pernah memimpin peradaban Dunia di era periode awal Bani Abbasiyah di Bagdad dan Peiode Kerajaan Islam Bani Umayah dan Muwahhidun di Spanyol dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang diciptakannya atau dihasikan dan dikembankannya, baik ilmu pengetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum yang memunculkan nama nama besar mejadi rujukan dan kiblat lahirnya masa resaisance atau kebangkitan di Eropa.
Penggunaan ilmu pengetahuan dapat berniali positif dan bermanfaat besar untuk kebahagiaan hidup di tengah masyarkat apabila disertai dengan hidup rukun, damai dan harmonis antar kelompok yang ada dalam masyarakat. Ilmu pengetahuan dalam masyarakat damai, rukun dan harmonis akan dirasakan manfatnya untuk membangun sarana dan prasarana peradaban yang mensejahtrakan bangsa pemakainya.
Sebaliknya dalam masyarakat yang tidak damai, tidak rukun, apalagi konflik antar kelompok satu dengan yang lainnya maka ilmu pengetahuan digunakan untuk menghasilkan senjata perang yang dapat memusnahkan kelompok lawannya.
Hal ini lah yang terjadi akhir akhir ini di berbgai belahan bumin, sebagaimana yang masih terjadi antara Rusia dan Ukraina.
Di Ukraini dewasa ini senjata canggih dan modern sebagai produk ilmu pengetahuan dipakai untuk saling membunuh dan menghancurkan satu kelompok dengan kelompok lainnya yang menurut ajaran semua agam termasuk Islam harus dihindari.
Demikian pula di Suriya antara kelompok yang menamakan dirinya ISIS dengan pesukan pemerintah dari kelompok alawiyyin, dan kelompok Sunni. Konflik bersenjata yang terjadi dan saling membunuh sesamm manusia itu, dengan jelas bertentangan dengan missi diutsunya Nabi Muhammat sebagai Rahmatan lil alamin, ‘ وماارسلناك الا رحمة للعالمين (Kami tidak mengutus engkau Muammad selain senagai menadi ramat untuk seluruh alam).
Sebagai rahmat, beliau menyampaikan pesan luhur agar umat manusia tidak saling membenci, mendengki, dan bermusuhan “
لاتباغضوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا وكونوا عبادالله اخونا
Artinya: Janganlah kalian saling membenci, dan janganlah saling mendengki, dan janganlah saling bermusuhan, jadilah kalian hamba Allah yang menjalin hubungan baik (Hadis)
Islam tidak hanya ingin menciptakan hidup rukun dan harmonis antar sesma umatnya akan tetapi hal yang sama harus pula menciptakan rukun dan harmonis sesama manusia tanpa harus dibatasi dengan perbedaan agama dan keyakinan.
Nabi Muhammad saw. ketika di Madinah, bersama dengan umat Yahudi, beliau menjalin kerjasama dalam bentuk perjanjian وثيقة مدينة yang isinya bahwa setiap warga msyarakat kota Madinah (muslim dan non muslim) sama sama melindungi kota Madinah, dan bagi orang beriman agamanya dan orang Yahudi agamanya (للمؤمنين دينهم ولليهود دينهم ),
Demikian teks perjanjanjian Nabi Muhammad saw. dengan masyarakat Yahudi. Dengan umat Kristen, hubungan harmonis dan rukun yang terjalin dengan umat Islam diabadikan dalam al-Quran, Surah al-Maidah : 82, ولتجدن اقرب الناس مودة للذين امنوا اللذين قالو انا نصارى (Sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang orang yang berkata “Sesungguhnya kami ini orang-orang Nashrani (Kristen / Katolik).
Nabi Muhammad ketika beliau berada di Medinah, beliau menerima tamunya dari Najran yang beragama Kristen di mesjid Nabawi, sebagai bentuk penghormatan kepadanya.
Sikap persaudaraan dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh umat Kristen terhadap umat Islam tercatat dalam sejarah Islam, yang menyebutkan bahwa ketika sekelompok umat Isalam dari Mekkah eksodus ke Habasyah (Ethopia), pemimpin Agama mereka yang menganut agama Kristen melindungi para pengungsi kaum muslimin itu).
Rumah ibadah dan tempat beribadah umat di luar Islam mendapat perlindungan, sebagaimana disebutkan dalam QS. 22:40, yang berbunyi:
ولا دفع الله الناس بعضهم ببعض لهدمت صوامع وبيع وصلوات ومساجد يذكر فيهااسم الله
Artinya: Seandainya Allah tidak menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah dirobohkan biara-biara Nashrani, gereja gereja, rumah-rumah ibadah orang orang Yahudi dan mesjid-mesjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah..”
Lebih dari itu, sesembahan penganut agama di luar Islam dilarang untuk dicaci maki oleh umat Islam, sebgai mana maksud QS. Al-An`am: 108
ولاتسبواالذين يدعون من دون الله فيسبوا الله عدوا بغيرعلم
Artinya: “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka semba selain Allah, karena nanti mereka akan memaki Allah dengan melampai batas tanpa pengeahuan..”
ايهاالعائدون والعائدات رحمكم الله
Untuk mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang rukun dan harmonis, maka pemahaman agama yang moderat, (jalan tengah) yakni pemahaman agama yang saling menghormati antara penganut agama yang berbeda dalam ikatan kemanusiaan dan kebangsaan, menghargai perbedaan dan anti terhadap kekerasan atas nama agama, merupakan langkah yang telah menjadi program strategi ngara kita yang “cinta damai”.
Syekh al-Islam Imam Abu Hamid, Muhammad al-Gazali yang tersohor dengan nama Imam Gazali mewariskan kepada umat Islam pandangan keagamaan yang sangat moderat dan menjadi rujukan beragama di kawasan Nusantara sejak awal penyebarannya hingga kini.
Moderasi beragama Imam Gazali ditunjukkan dengan sikap keagamaannya yang memadukan antara teks dan nalar, antara agama dan filsafat, antara kepentingan kebahagiaan duniawi dan kepentingan kebahagiaan ukhrawi (akhirat), dan antara penguatan iman dengan pengeuatan ilmu pengetahuan dan antara berdo`a dan berusaha.
Oleh karen itu, terhadap saudara saudara kita sesama muslim, meskipun memiliki pemahaman yang berbeda tetapi dengan sumber yang sama yakin Al-Qran dan Sunnah Rasululah, dan kiblat shalat yang sama yakni Baitullah, Iamam Gazali mendidik kita agar kita tetap memperkokoh ukhuwah persaudaraan kita antara satu dengan yang lainnya, dengan menjauhi sikap arogansi, tidak merasa benar sendiri, sehingga dengan mudah menuduh sesat kepada sesama muslim yang tidak sepaham dengannya.
Dan terhadap sauda saudara kita non muslim marilah kita laksanakan maksud ayat Al-Qur`an: lakum dinukum wa liyadin (bagimu agama mu dan bagiku agamaki).
الله اكبر3 ولله الحمد
ايهاالعائدون والعائدات رحمكم الله
Mengahiri khotbah ini, marilah kita memanjatkan do`a kepada Allah SWT., :
Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, bukakanlah mata hati kami akan pancaran hidayah-Mu, agar kami dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, lebih damai, lebih rukun sesama kami pasaca Ramadhan ini.
Jadikanlah seluruh ibdah kami dalam bulan suci Ramadhan ini sebagai amalan yang diterima, serta jadikanlah kesalahan dan kehilafan kami sebagai kesalahan dan kehilafan yang tiada terlewati tanpa ampunan-Mu.
Ya Allah, Ya Karim, Ya Wahhab, Kami sadar bahwa hidup kami di Dunia ini hanya sementara, janganlah Engkau biarkan kami terpesona dan terperdaya oleh bujuk rayu kehidupan dunia tanpa memperdulikan hidup beragama dan bebangsa kami sesuai tuntunanmu-Mu, jadikanlah ilmu dan harta yang Engkau anugrahkan kepada kepada kami sebagai jembatan kami meraih kasih sayangmu di dunia dan diakhirat.
Ya Wahid ,Ahad, Ya Matin, bimbinglah kami agar pesatuan dan persaudaraan kami, tetap kokoh dan kuat, rukun dan harmonis; dan terhindar dari perpecahan, permusuhan, dan konflik, kuatkanlah ukhuwah basyariyah (kemanusiaan), ukhuwah wathaniyah (kebangsaan) dan ukhuwah islamiyah diantara pemimpin pemimpin kami, serta warga masyarakat bangsa kami.
اللهم ادفع عنا البلاء و الوباء والفحشاء و المنكر وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا اندونيسيا خاصة وجميع البلدان في العالم كلها انك على كل شيئ قدير
اللهم اغفر لنا و لوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات يا قاضي الحاجات برحمتك يا مجيب السائلين
اللهم ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
الله اكبر
الله اكبر
الله اكبر ولله الحمد
لااله الاالله الله اكبر ولله الحمد
والحمدلله رب العلمين
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
