MASJIDALABRAR.COM – Suasana subuh di Masjid Besar Al-Abrar, Jalan St. Alauddin No. 82 Makassar, tiba-tiba dikejutkan oleh ledakan yang berasal dari pintu utama masjid pada 1 Maret 2025. Pintu kaca tebal itu tiba-tiba meledak dan pecah berkeping-keping tanpa sebab yang jelas.
Awalnya, para jamaah mengira bahwa H. Abd. Hamid Pagarra terjatuh di tangga, mengingat ia baru saja pamit pulang setelah mengikuti ceramah subuh bersama Ustaz Prof. Dr. H. Lomba Sultan, M.A. Namun, dugaan itu segera terbantahkan ketika H. Abd. Hamid Pagarra tampak baik-baik saja.
Ketika turun ke lantai dasar bersama H. Muhammad Yusuf Dg Tayang untuk mengambil sandal, tiba-tiba pintu utama yang terbuat dari kaca tebal meledak sendiri, menimbulkan suara gemuruh yang mengejutkan seluruh jamaah.
Jamaah yang berada di lantai dua sontak bergegas turun karena mengira ada yang terjatuh. Namun, mereka mendapati H. Rani dan H. Tayang dalam keadaan sehat tanpa cedera sedikit pun.
Menurut kesaksian H. Tayang, pintu kaca setebal 5 sentimeter tersebut meledak tanpa adanya sentuhan atau dorongan dari siapa pun. Pintu utama itu terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri. Saat kejadian, pintu sebelah kanan dalam keadaan terbuka, sementara yang di sebelah kiri masih tertutup. Akses keluar jamaah dari lantai dua hanya melalui pintu kanan.
Kedua saksi yang berada di dekat pintu kaget dengan kejadian itu, melihat kaca tebal tiba-tiba hancur dan jatuh berserakan menjadi pecahan tajam. Remaja masjid segera bergegas mengambil sapu untuk membersihkan pecahan kaca, sementara Dg. Gassing, petugas keamanan masjid, segera membuang pecahan kaca ke tempat sampah guna mencegah jamaah lain terkena serpihan.
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan kaca tersebut masih menjadi tanda tanya. Apakah karena faktor teknis, perubahan suhu ekstrem, atau ada faktor lain? Pihak masjid berencana untuk menyelidiki lebih lanjut guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang (sdn)
